Persyaratan Seleksi Penerimaan Calon Peserta dalam Rangka Kewaspadaan dan Pencegahan Penyebaran Infeksi Covid-19


Umum

1. Surat Permohonan di atas kertas bermaterai Rp. 6.000,- 4 (empat) lembar (contoh terlampir).

2. Foto kopi Kartu Tanda Penduduk 4 (empat) lembar.

3. Pasfoto berwarna ukuran 4x6 cm 4 (empat) lembar.

4. Batas usia maksimal 35 tahun sewaktu mengikuti seleksi, kecuali program studi: Kedokteran Forensik dan Medikolegal, Patologi Anatomik dan Patologi Klinik batas usia maksimal 40 tahun.

5. Surat Pernyataan sudah/ belum pernah mengikuti seleksi Program Pendidikan Dokter Spesialis dan Magister Kedokteran Klinik ditandatangani di atas kertas bermaterai Rp. 6000 4 (empat) lembar.

6. Daftar Riwayat Hidup/ Pekerjaan model BKN tahun 2002 rangkap 4 (empat).

7. Surat pernyataan dari calon peserta seleksi PPDS yang isinya tidak pernah melakukan tindak pidana ditandatangani di atas kertas bermaterai Rp. 6000 4 (empat) lembar.

8. Fotokopi Ijazah dan Transkrip Nilai Pendidikan Dokter (S.Ked) dan Pendidikan Profesi Dokter (dr.) yang dilegalisir atau hasil pindaian ijazah dan Transkrip Nilai Pendidikan Dokter (S.Ked) dan Pendidikan Profesi Dokter (dr.) yang asli 4 (empat) lembar.

9. Persyaratan IPK, Akreditasi, Batas Maksimal mengikuti seleksi PPDS, Umur dan TOEFL tertera pada tabel berikut ini:

NO PROGRAM STUDI IPK
GABUNGAN
S.KED DAN
PROFESI
AKREDITASI BATAS
MAKSIMAL
MENGIKUTI
SELEKSI PPDS
UMUR
(TAHUN)
TOEFL
1 Obstetri dan Ginekologi 2,75 A,B 2 (dua) kali <35 450
2 T.H.T.K.L. 2,50 A,B 2 (dua) kali <35 450
3 Anestesiologi dan Terapi Intensif 2,50 A,B 2 (dua) kali <35 450
4 Orthopaedi & Traumatologi 2,75 A,B 2 (dua) kali <35 450
5 Ilmu Kesehatan Anak 2,75 A,B 3 (tiga) kali <35 450
6 Ilmu Kesehatan Mata 2,75 A,B 3 (tiga) kali <35 450
7 Psikiatri 2,5 A,B 3 (tiga) kali <35 450
8 Dermatologi & Venereologi 2,75 A,B 3 (tiga) kali <35 450
9 Patologi Anatomik 2,50 A,B,C 3 (tiga) kali <40 450
10 Ilmu Penyakit Dalam 2,75 A,B Tidak terbatas <35 450
11 Ilmu Bedah 3,00 C Tidak terbatas <35 450
2,75 B
2,50 A
12 Pulomonologi & Ked. Respirasi 2,50 A,B Tidak terbatas <35 450
13 Neurologi 2,75 A,B Tidak terbatas <35 450
14 Patologi Klinik 3,00 C 5 (lima) kali <40 450
2,75 B
2,50 A
15 Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah 2,75 A,B Tidak terbatas <35 350
16 Ilmu Bedah Saraf 2,75 A,B Tidak terbatas <35 450
17 Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal 2,75 A,B Tidak terbatas <40 450
18 Radiologi 2,75 A 3 (tiga) kali <35 450

10. Membuat surat pernyataan yang isinya menyatakan bahwa calon peserta PPDS belum pernah mengikuti seleksi penerimaan PPDS sesuai dengan jumlah yang tersebut pada poin 9 di atas.

11. Khusus bagi calon peserta PPDS yang akan mengikuti seleksi di Program Studi Obstetri dan Ginekologi wajib melampirkan sertifikat pernah mengikuti pelatihan Advance Trauma Life Support (ATLS) dan Advance Cardiac Life Support (ACLS), serta surat keterangan bebas hepatitis B, hepatitis C dan HIV dari rumah sakit pemerintah setempat minimal 3 (tiga) bulan terakhir rangkap 4 (empat).

12. Test of English as Foreign Language (TOEFL) dari Pusat Bahasa USU, PPIA, atau dari lembaga yang menyelenggarakan TOEFL Institutional Testing Program (ITP) dengan standar Education Testing Services (ETS) yang masih berlaku 4 (empat) lembar.

13. Tidak menerima konversi Indeks Prestasi.

14. Referensi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) 1 (satu) lembar dan fotokopi Kartu Keanggotaan IDI rangkap 4 (empat).

15. Fotokopi Surat Tanda Registrasi (STR) atau tanda terima pembuatan STR dari Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) rangkap 4 (empat).

16. Biaya seleksi ditanggung oleh peserta.


Khusus

1. Bagi Dokter PNS, TNI dan POLRI

a. Surat Pengangkatan dari Instansi Induk:

      • SK Calon Pegawai Negri Sipil (CPNS)
      • SK Pangkat Terakhir

b. Surat Izin dari Atasan Langsung

2. Bagi Dokter Pasca Intership/ PTT/ Wajib Kerja Sarjana.

      • Surat Keputusan Selesai melaksanakan Intership/ PTT/ Wajib Kerja Sarjana dari Kepala Dinas Kesehatan setempat.

3. Bagi Dokter Tugas Belajar menyerahkan berkas dari Kementeria terkait.


Seleksi

Calon peserta PPDS yang memenuhi persyaratan umum dan khusus seperti tercantum dalam ketentuan di atas, wajib mengikuti seleksi berupa:

1. Psikotes dari Fakultas Psikologi USU secara daring.

2. Tes Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) dari Fakultas Kedokteran USU secara daring.

3. Pemeriksaan Kesehatan di RS USU atau RSU milik Pemerintah minimal kelas C, meliputi: pemeriksaan fisik (tinggi badang, berat badan, indeks massa tubuh dan tekanan darah), pemeriksaan laboratorium (urin dan darah lengkap), tes fungsi hati, tes fungsi ginjal, kadar gula darah puasa dan 2 jam pp, profil lipid dan hepatitis HbsAg), pemeriksaan EKG, pemeriksaan foto toraks, pemeriksaanmata (buta warna, visus kanan dan kiri), pemeriksaan telinga hidung dan tenggorok, dan pemeriksaan narkoba (6 tes kit).

4. Ujian Computer Based Test (CBT) dilaksanakan oleh Fakultas Kedokteran USU secara daring.

5. Ujian tulisan, ujian lisan/wawancara secara daring di masing-masing Program Studi Spesialis terkait secara daring.

Hasil Psikotes, MMPI, dan Pemeriksaan Kesehatan dikirimkan ke masing-masing Program Studi sebelum ujian tulis dan ujian lisan untuk menjadi pertimbangan bagi Program Studi terkait dalam menentukan kelulusan calon peserta PPDS.


Kriteria Lulus

Seorang calon peserta PPDS dinyatakan lulus bila:

1. Pemeriksaan Kesehatan yang menyatak bahwa calon peserta tidak mengalami suatu gangguan kondisi medik umum/ penyakit fisik yang akan menghambat dirinya dalam menjalani proses pendidikan, bebas narkoba dan tidak menderita buta warna.

2. Lulus ujian seleksi di masing-masing program studi spesialis terkait.


Status Kepegawaian dan Tempat Kerja Calon Peserta PPDS

Status kepegawaian dan tempat kerja calon dinyatakan dalam surat lamaran menjadi calon peserta PPDS. Calon peserta dapat berasal dari:

  1. Kementrian Kesehatan.
  2. Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.
  3. TNI/ POLRI.
  4. Instansi Pemerintah lainnya.
  5. Pasca PTT/ Intership/ DLP.
  6. Instansi Swasta.
  7. Perorangan.